Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi Jawa Barat pada Rabu (1/4). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Jabar, Eka Jatnika Sundana serta Perencana Ahli Madya Bappeda Jabar, Sutrisno dan perwakilan perangkat daerah lainnya.
Dalam paparannya, Kepala BPS Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi upaya bersama untuk menghadirkan gambaran nyata kondisi masyarakat. Data yang akurat dan mutakhir akan memastikan setiap program pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa DTSEN bersifat dinamis, sehingga perlu terus diperbarui melalui kolaborasi lintas instansi dan dukungan masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci, mulai dari memberikan data yang benar hingga mendukung proses pendataan di lapangan.
Sensus Ekonomi 2026 pun diharapkan mampu memotret potensi ekonomi masyarakat, mulai dari UMKM hingga usaha berbasis digital. Dengan data tersebut, peluang usaha dapat semakin berkembang, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut menegaskan pentingnya sinergi semua pihak agar data yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan yang berdampak nyata.
Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Jabar, Eka mengajak seluruh perangkat daerah untuk aktif mendukung, tidak hanya dalam bentuk koordinasi, tetapi juga melalui sosialisasi bersama hingga ke tingkat masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan DTSEN dan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menghasilkan data, tetapi juga menjadi fondasi perubahan menuju Jawa Barat yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Klik disini